S-(Karboksimetil)-L-sistein

Peran dan Khasiat S-(Karboksimetil)-L-sistein dalam Kesehatan Hewan‌ S-(Karboksimetil)-L-sistein (juga dikenal sebagai Karboksimetil) merupakan turunan sistein dan termasuk dalam golongan mukoregulator dan antioksidan, mirip dengan asetilsistein (NAC). Akan tetapi, struktur kimia dan mekanisme kerjanya berbeda secara signifikan. Berikut ini adalah ikhtisar peran dan kemajuan penelitiannya dalam kesehatan hewan:

membagikan:

Pengenalan Produk

Nomor CAS: 2387-59-9

Rumus molekul: C₅H₉NO₄S

Berat Molekul: 179,19

NOMOR EINECS: ‌ ‌219-193-9

Peran dan Efektivitas S-(Karboksimetil)-L-sistein dalam Kesehatan HewanBahasa Indonesia:

S-(Karboksimetil)-L-sistein (juga dikenal sebagai Karbosistein) merupakan turunan sistein dan termasuk dalam golongan mukoregulator dan antioksidan, mirip dengan asetilsistein (NAC). Akan tetapi, struktur kimia dan mekanisme kerjanya berbeda secara signifikan. Berikut ini adalah ikhtisar tentang peran dan kemajuan penelitiannya dalam kesehatan hewan:

 

Bahasa Indonesia:I. Mekanisme dan Efek IntiBahasa Indonesia:

Bahasa Indonesia:1. Mukolitik dan Perlindungan PernapasanBahasa Indonesia:

  • Bahasa Indonesia:Tindakan: Mengatur sekresi lendir saluran napas dan mengurangi kekentalan dahak dengan memodulasi aktivitas enzim yang terkait dengan produksi lendir (tidak seperti NAC, yang secara langsung memecah lendir melalui pemutusan ikatan disulfida).

  • Bahasa Indonesia:Spesies Target:

Bahasa Indonesia:Hewan peliharaan (anjing/kucing): Bronkitis kronis, pneumonia dengan dahak kental.

Bahasa Indonesia:Ternak (sapi/babi)Infeksi saluran pernapasan bakteri atau virus (misalnya, pneumonia enzootik babi).

 

Bahasa Indonesia:2. Efek Antioksidan dan Anti-inflamasiBahasa Indonesia:

  • Bahasa Indonesia:Mekanisme: Meningkatkan kadar glutathione intraseluler (GSH) dan menekan sitokin pro-inflamasi (misalnya, IL-8, TNF-α), mengurangi peradangan saluran napas.

  • Bahasa Indonesia:Aplikasi:

  • Bahasa Indonesia:Unggas‌: Mengurangi kerusakan oksidatif akibat paparan amonia atau debu.

  • Bahasa Indonesia:Akuakultur: Melindungi dari stres oksidatif di lingkungan pertanian dengan kepadatan tinggi.

 

Bahasa Indonesia:3. ImunomodulasiBahasa Indonesia:

  • Memperkuat kekebalan mukosa dan dapat meningkatkan kemanjuran vaksin (misalnya, pada sindrom penyakit pernapasan babi).

 

II. Perbandingan dengan Asetilsistein (NAC)Bahasa Indonesia:

Ciri S-(Karboksimetil)-L-sistein Asetilsistein (NAC)  
Mekanisme Secara tidak langsung mengurangi viskositas dahak melalui regulasi lendir Langsung membelah ikatan disulfida dalam lendir  
Awal Aksi‌ Lebih lambat (membutuhkan dosis berkelanjutan) Cepat (efektif dalam hitungan jam)  
Ciri S-(Karboksimetil)-L-sistein Asetilsistein (NAC)  
Kapasitas Antioksidan‌ Sedang (tergantung pada sintesis GSH) Kuat (pembersihan radikal bebas langsung melalui gugus -SH)  
Kasus Penggunaan Utama‌ Penyakit pernapasan kronis, perawatan pencegahan Keracunan akut, stres oksidatif berat, atau obstruksi saluran napas  
Profil Keamanan‌ Efek samping gastrointestinal lebih sedikit Dapat menyebabkan muntah pada hewan monogastrik  

Bahasa Indonesia:

III. Penelitian dan Aplikasi dalam Kesehatan HewanBahasa Indonesia:

Bahasa Indonesia:1. Peternakan UnggasBahasa Indonesia:

  • Bahasa Indonesia:Data Uji Coba: Penambahan S-(Karboksimetil)-L-sistein (50–100 mg/kg) ke pakan ayam pedaging mengurangi lesi pernapasan yang disebabkan oleh paparan amonia dan meningkatkan penambahan berat badan sebesar 5–8%.

  • Bahasa Indonesia:Administrasi: Melalui air minum atau makanan selama 5–7 hari.

 

Bahasa Indonesia:2. Hewan peliharaan (Anjing/Kucing)Bahasa Indonesia:

  • Bahasa Indonesia:Penatalaksanaan Bronkitis Kronis‌: Dosis oral 10–15 mg/kg dua kali sehari selama 2 minggu secara signifikan mengurangi frekuensi batuk.

 

Bahasa Indonesia:3. AkuakulturBahasa Indonesia:

  • Bahasa Indonesia:Perlindungan StresSuplementasi pakan (200–300 mg/kg) mengurangi kerusakan oksidatif selama transportasi atau kondisi air yang buruk, sehingga meningkatkan tingkat kelangsungan hidup.

 

Bahasa Indonesia:IV. Tindakan pencegahanBahasa Indonesia:

  1. Bahasa Indonesia:Kontrol Dosis:

Overdosis dapat menyebabkan diare ringan (terutama pada unggas).

 

Bahasa Indonesia:Interaksi Obat:

  • Hindari penggunaan bersamaan dengan zat asam (misalnya, vitamin C) atau antibiotik (misalnya, tetrasiklin).

 

Bahasa Indonesia:Kepatuhan terhadap Peraturan:

  • Bahasa Indonesia:Cina‌: Harus mematuhi Peraturan Administrasi Obat Hewandan periode penarikan.

  • Bahasa Indonesia:Uni Eropa: Belum disetujui sebagai obat hewan umum; ikuti peraturan setempat.

 

Bahasa Indonesia:V. Arah Penelitian PotensialBahasa Indonesia:

  • Bahasa Indonesia:Adjuvan Antivirus‌: Studi in vitro menunjukkan penghambatan replikasi virus influenza burung (H9N2); diperlukan validasi lebih lanjut.

  • Bahasa Indonesia:Kesehatan Reproduksi: Meningkatkan kapasitas antioksidan semen atau oosit pada hewan pengembangbiakan (tahap percobaan).

Bahasa Indonesia:RingkasanBahasa Indonesia:

S-(Karboksimetil)-L-sistein terutama digunakan dalam kesehatan hewan untuk ‌manajemen penyakit pernapasan kronisDandukungan antioksidan preventif‌. Tindakannya yang ringan dan profil keamanannya yang tinggi membuatnya cocok untuk penggunaan jangka panjang, meskipun onsetnya yang lebih lambat membatasi kegunaannya dalam kondisi akut. Bila dikombinasikan dengan NAC, kedua agen tersebut saling melengkapi dalam mengatasi tantangan kesehatan kronis dan akut. Aplikasi praktis harus mempertimbangkan kebutuhan khusus spesies, stadium penyakit, dan pedoman peraturan.

Untuk referensi eksperimen terperinci atau protokol dosis khusus, jangan ragu untuk bertanya! 

638 23 3

cas 638 23 3

s carboxymethyl l cysteine

Jika Anda tertarik dengan produk kami, Anda dapat memilih untuk meninggalkan informasi Anda di sini, dan kami akan segera menghubungi Anda.


788a90d9-faf5-4518-be93-b85273fbe0c01